Writer's block adalah keadaan di mana seorang penulis tidak dapat menuangkan segala idenya ke dalam tulisan. Pikiran menjadi seolah menjadi buntu, otak terasa tidak punya ide baru, seolah ada yang menghalangi keluarnya gagasan. Tak satu pun kata, apalagi kalimat atau pun paragraf yang mampu dihasilkan oleh sang penulis.
Hampir semua penulis mengalami Writer's block, baik penulis cerpen, penulis buku, penulis opini, penulis blog dan penulis-penulis lainnya. Ketika kita benar-benar tidak mendapatkan ide untuk menulis dan tidak dapat memulai sebuah kata untuk menulis, berarti kita sedang mengalami Writer's block.
Saya sendiri ketika menulis artikel ini juga sedang mengalami virus menakutkan bagi para penulis ini, hasilnya keren, blog saya tidak lagi keurus. Bayangin gan, saya sudah membuka dashboard blog dan membuka menu posting tulisan, namun setelah menulis beberapa baris kata tiba-tiba, ide tidak berjalan lagi.
Sudah saya coba untuk tetap fokus namun tidak juga berhasil, akhirnya tulisan beberapa barus tadi saya tutup menjadi draft, atau kalau sudah jengkel, saya hapus semuanya.
Murni ini bukan kesengajaan, bisa jadi karena setiap hari menulis, ide dan gagasan kita benar-benar terkuras. Hingga kita tidak tahu lagi apa tema spesial untuk hari ini.
Namun jika dipikir-pikir, alasan seperti itu tidak masuk akal, karena jika setiap hari kita menulis artikel, tentu apapun akan mudah untuk kita tulis. Karena sudah terbiasa dan lihai dalam merangkai kata-kata menjadi kalimat.
Aaaaah, bahkan saya pernah menulis tentang Cara Mudah Menulis Artikel dan mencoba untuk menerapkannya kembali, namun sampai beberapa kali uji coba akhirnya saya memutuskan untuk menutup komputer dan pergi ngopi.
Kenapa Writer's block terjadi?
Saya tidak tahu alasan pastinya, namun saya bisa mengira-ngira jika otak kita dalam keadaan lelah, mood yang kurang bagus saat menulis, emosi yang kurang stabil atau apalah itu yang pasti setiap orang mempunyai masalah yang tidak sama.
Nah jika kita sedang mengalami Writer's block, berikut ini adalah lima cara mengatasinya, tips ini saya ambil dari salah satu penulis kompasiana. kamu dapat melakukan satu atau dua hal atau bahkan seluruhnya. Hal itu tergantung kebutuhan dan situasi yang sedang Anda hadapi dalam menulis.
- Segarkan pikiran dan tubuh Terlalu lama berada di depan komputer, berpikir dan menuangkan gagasan ke dalam tulisan, membuat otak menjadi lelah. Jika sudah begitu, sebaiknya Anda tidak memaksakan diri untuk menulis di depan komputer. Pergilah keluar, cari udara segar. Ketika kembali, otak akan menjadi lebih segar dan siap untuk bekerja. Bukan cuma pikiran, tubuh pun perlu disegarkan. Tinggalkan tulisan Anda sejenak untuk mandi. Sehabis mandi, tubuh akan terasa segar dan siap menulis kembali. Keadaan lapar juga membuat kita sulit berpikir, mencari kata dan kalimat untuk dituliskan. Berhentilah sejenak untuk makan. Setelah perut terisi, Anda punya cukup energi untuk menulis. Hal-hal seperti ini kelihatannya sepele, akan tetapi berdampak besar bagi seorang penulis.
- Ciptakanlah tempat menulis yang nyaman Ruang tempat menulis sangat mempengaruhi produktivitas seorang pe