Jawabannya Masih sangat guna. Media sosial itu etalase, website adalah aset.
Di media sosial, akun bisa sewaktu-waktu kena limitasi, algoritma berubah, jangkauan turun, bahkan bisa ditutup sepihak.
Di website, kontrol ada di pemilik. Domain milik sendiri, data milik sendiri, arsip konten aman, dan bisa dioptimalkan lewat SEO agar pembaca datang stabil dari Google, bukan tergantung FYP.
Untuk media, website punya fungsi strategis, jadi pusat distribusi berita, referensi resmi (EEAT), arsip jangka panjang, monetisasi langsung (iklan, advertorial, programatik), serta bukti kredibilitas ke narasumber, pengiklan, dan mitra.
Media sosial efektif untuk distribusi cepat, tapi umur kontennya pendek; berita di website bisa relevan bertahun-tahun.
Pola yang efektif sekarang bukan memilih salah satu, tapi kombinasi.
Media sosial → menarik perhatian dan trafik
Website → menyimpan nilai, otoritas, dan pendapatan
Kalau tujuannya cuma eksistensi atau hiburan, media sosial cukup. Tapi kalau tujuannya membangun media yang berkelanjutan, punya arsip, pengaruh, dan nilai bisnis, website tetap fondasi.

