Berhenti Merokok di Masa Pandemi Covid-19

Halo gaes, semoga kalian tetap dalam kondisi yang sehat ketika membaca artikel
ini. Yah, kita tau lah kasus Covid-19 terus bertambah tiap harinya. Dan saya
turut berduka cita untuk teman-teman yang telah ditinggalkan teman, keluarga,
maupun orang-orang di sekitarnya.

Jadi, gini gaes. Awalnya saya tidak sewaspada ini dengan Covid-19, yak arena
saya tinggal di desa yang jauh dengan keramaian kota. Tapi ketika dengar kabar
bahwa kasus Covid-19 meningkat, warga di desa juga ada yang meninggal,
ditambah beberapa teman yang sedang isolasi mandiri karena positif Covid-19,
akhirnya saya lebih waspada.

Salah satu hal yang membuat saya lebih waspada adalah ketika Organisasi
Kesehatan Dunia/World Helath Organization (WHO) menyatakan bahwa perokok lebih
beresiko meninggal akibat Covid-19.

Kepala WHO bagian Program Pengendalian Tembakau, Vinayak Prasad, mengatakan
banyak hasil penelitian ilmiah dalam setahun ini yang membuktikan perokok
memiliki risiko 50 persen lebih tinggi terkena penyakit parah dan kematian
akibat COVID-19. Logikanya, karena merokok mengganggu fungsi paru-paru dan
Covid-19 memang menyerang paru-paru.

Oleh karena itu, dalam artikel ini saya akan berbagi tips cara berhenti
merokok di masa pandemi. BBerikut cara-caranya:

1. Tentukan Alasan, Tujuan dan Rencanakan

Dalam kondisi pandemi Covid-19, ini tentu tak perlu alasan yang muluk-muluk
untuk berhenti merokok. Hanya saja tingkat kewaspadaan setiap orang
berbeda-beda. Selain itu para perokok juga punya banyak alasan untuk tetap
merokok sekalipun lebih beresiko meninggal akibat Covid-19.

Tapi jika kamu memiliki keinginan untuk berhenti merokok, langkah awalnya
adalah tentukan alasan dan tujuan kamu berhenti merokok. Setelah itu, kamu
bisa merencanakan mulai kapan kamu akan berhenti merokok. Catatan ini penting
sebelum kamu melakukan cara-cara berhenti merokok selanjutnya. Karena setiap
berusaha berhenti merokok, ada godaan untuk merokok kembali.

Maka dari itu, kamu bisa kembali melihat catatan yang kamu buat dan kamu juga
bisa mengevaluasi apa yang kurang dan apa yang bisa kamu perbaiki untuk
berhenti merokok.

2. Kelola Stres

Aktivitas merokok sering dijadikan sebagai cara melampiaskan stress. Kandungan
nikotin yang dimiliki rokok bisa memberikan efek relaksasi dengan cepat. Tapi,
beberapa penelitian juga membuktikan bahwa kebiasaan merokok malah membuat
seseorang lebih mudah mengalami stres.

Tentunya, merokok bukan satu-satunya cara untuk meredakan stress. Merokok
hanyalah salah satu cara saja. Kebiasaan merokok bisa diubah secara perlahan
dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan. Mendengarkan atau
bermain musik, bercerita kepada teman, melakukan terapi pijat, meditasi dan
kegiatan menyenangkan lain bisa dilakukan sebagai alternatif menghilangkan
stress tanpa merokok.

3. Konsumsi Makanan Sehat

Selain memberi efek relaksasi dengan cepat, kandungan nikotin yang dimiliki
rokok juga bisa mengurangi sensitifitas indra perasa dan dan penciuman,
sehingga membuat selera makan berkurang. Maka dari itu, alternative untuk
menggantikan rokok adalah dengan makan-makanan sehat. Sayur dan buah-buahan
bisa mengurangi nafsu untuk merokok. Selain itu, makanan sehat juga bisa
memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh serta mengembalikan selera makan yang
berkurang karena merokok.

4. Rutin olahraga

Berolahraga dengan rutin bisa mengurangi kecanduan nikotin. Olahraga seperti
jalan-jalan, bersepeda, berenang dan olahraga lainnya dapat menjadi pengalihan
ketika ada nafsu merokok. Tentunya susah jika memiliki kebiasaan merokok
setelah olahraga. Saran saya, rokok sebagai konsumsi setelah olahraga bisa
dialihkan ke minum air putih atau makan permen.

5. Rajin Bersih-Bersih Rumah

Perokok sering kali tidak sadar bahwa ruangan di kamarnya atau di dalam
rumahnya itu bau asap rokok. Baru sadar dengan adanya bau asap rokok ketika
diingatkan oleh temannya yang tidak merokok. Maka dari itu, kebiasaan merokok
bisa dialihkan dengan rajin bersih-bersih rumah.

Bersih-bersih rumah bisa dilakukan dengan menyapu, mengepel, mencuci pakaian,
sprei, tirai dan apapun yang memiliki bau rokok. Selain itu, bisa juga
menggunakan pengharum ruangan untuk mengurangi bau rokok di rumah, sehingga
bisa mengalihkan keinginan untuk merokok.

6. Rajin Sikat Gigi

Selain sering tidak sadar bahwa ruangan di kamarnya bau asap rokok, perokok
juga sering tidak sadar bahwa mulutnya bau rokok. Lagi-lagi baru sadar ketika
diingatkan oleh temannya, baik perokok maupun bukan perokok.

Maka dari itu, sikat gigi dengan rajin bisa menjadi solusi. Tidak hanya untuk
menghilangkan bau rokok, tapi juga untuk membuat kita merasa sayang ketika
harus mengotori mulut kita lagi. Jika kebiasaan sikat gigi ini dilakukan, maka
lama-kelamaan kita akan nyaman dengan mulut yang bersih tanpa bau rokok.
Sehingga, kita bisa berhenti merokok dan lebih memperhatikan kebersihan diri.

7. Bawa Air Putih Antisipasi Godaan Teman

Seperti yang saya sarankan sebelumnya, keinginan merokok setelah berolahraga
bisa diantisipasi dengan minum air putih, memakan permen atau konsumsi
alternatif yang menyehatkan lainnya. Tapi, membawa air putih ini juga penting
ketika kamu memiliki jam-jam rawan untuk merokok atau sedang berada di antara
temanmu yang merokok.

Godaan untuk merokok yang datang bisa diatasi dengan minum air putih dan
konsumsi alternatif yang menyehatkan lainnya. Kamu juga bisa menjauh sebentar
untuk menghirup udara dari teman-temanmu ketika sudah sangat tidak tahan untuk
merokok. Tanamkan ke pikiranmu bahwa udara segar lebih menyehatkan daripada
rokok.

Demikian ulasan tentang “Berhenti Merokok di Masa Pandemi Covid-19” dari saya.
Sebenarnya saya pun belum bisa berhenti merokok. Hanya saja, saya sedang
berusaha pelan-pelan. Cara yang saya gunakan adalah cara-cara di atas.
Ditambah lagi dengan mengonsumsi teh tawar. Kenapa teh tawar? Karena teh tawar
tidak manis. Hehe.. Selain rokok, konsumsi gula juga memiliki risiko tinggi
terpapar Covid-19.

Karena saya belum benar-benar bisa berhenti merokok, maka minum teh tawar
adalah salah satu solusi. Karena ketika merokok sambil minum teh tawar itu
rasanya hambar, sehingga keinginan untuk merokok itu jadi berkurang. Silakan
dicoba jika kalian tertarik. Sekian dari saya, semoga kita tetap sehat dan
bahagia.

Share your love

Update Artikel

Masukkan alamat email Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel saya.

Tinggalkan Balasan